publikasi Publikasi

Bahaya Gula

 
bahaya-gula

Sekitar 80 ribu tahun lalu, manusia pemburu dan peramu terkadang atau tidak selalu makan buah karena mereka harus berebut itu dengan burung.

Kini, gula tersedia sepanjang tahun, seringkali dengan nutrisi yang lebih rendah, dan bisa didapat dengan mudah, semudah membuka minuman ringan atau kotak sereal. Dan, sekarang hampir semua jenis makanan yang kita konsumsi, tidak luput dari asupan gula di dalamnya, baik gula yang berasal dari makanan itu sendiri (makanan yang kaya akan karbohidrat merupakan sumber gula utama dalam makanan sehari-hari, seperti lontong, mie, roti, kentang, jagung, dll) ataupun gula yang digunakan untuk menambah rasa dari makanan tersebut. Sudah menjadi pengetahuan umum dalam masyarakat bahwa mengkonsumsi gula yang berlebihan dapat menimbulkan obesitas (kegemukan), memicu terjadinya kencing manis dan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada penderita kencing manis.

Walaupun sebagian besar orang sudah mengetahui bahaya dari mengkonsumsi gula secara berlebihan, namun tidak semua orang mampu menahan diri mereka untuk membatasi jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya. Sebagian orang mencoba mengatasinya dengan mengganti jenis gula yang digunakan menjadi gula jagung, yang seringkali dinyatakan sebagai gula yang lebih baik daripada gula pasir biasa karena gula jagung mengandung kalori yang lebih rendah sehingga dapat dikonsumsi tanpa perlu khawatir akan peningkatan berat badan dan aman dikonsumsi oleh penderita kencing manis. Dengan pernyataan tersebut, penderita obesitas dan kencing manis merasa dapat bebas menambahkan gula dalam setiap makanannya jika gula yang digunakan adalah gula jagung.

Tak perlu menjadi seorang ahli untuk mengetahui, bahwa konsumsi gula kita saat ini tidak lagi sesehat masa berburu dan meramu 80 ribu tahun lalu itu. Nah, berikut beberapa bahaya gula bagi tubuh yang dilansir dari kompas.com, yang sebaiknya Anda ketahui:

 

1. Gula merusak jantung

Meski sudah lama diketahui sebagai salah satu faktor resiko penyakit jantung, studi dalam Journal of American Heart Association tahun 2013 akhirnya menemukan bukti kuat tentang mekanisme bagaimana gula merusak jantung. Studi menyatakan, molekul pada gula yang disebut glukosa 6-fosfat menyebabkan perubahan otot jantung yang berujung pada gagal jantung.

 

2. Gula membentuk lemak perut

Prevalensi obesitas meningkat beberapa tahun terakhir, baik pada dewasa maupun anak-anak. Salah satu penyebabnya, yaitu tingginya konsumsi minuman manis. Sebuah studi menemukan, konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) berlebih menyebabkan bertambahnya lemak perut yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes.

 

3. Gula membunuh diam-diam

Sebuah studi tahun 2008 mengungkap, konsumsi fruktosa berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko kondisi resistensi leptin. Leptin merupakan hormon yang memberi tahu otak jika perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa terpuaskan meski tubuh sebenarnya sudah kenyang. Akibatnya, kita tidak bisa menghentikan keinginan untuk makan. Dalam jangka panjang hal ini tentu menyebabkan obesitas.

 

4. Gula memberi makan sel kanker 

Setiap manusia beresiko kanker, karena memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Meskipun begitu, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mematikan sel kanker sehingga sel tersebut tidak lantas berkembang menjadi kanker yang mematikan. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan akan merusak mekanisme tersebut. Ditambah lagi, studi baru-baru ini mengungkap, gula merupakan nutrisi yang baik bagi sel kanker untuk berkembang.

 

5. "Ketagihan" gula bisa diturunkan

Gula juga bersifat aditif, sehingga mungkin ada istilah untuk “ketagihan gula”. Sayangnya, ketagihan gula ini bisa bersifat genetik yang dapat diturunkan, karena melibatkan perubahan pada hormon ghrelin. Ghrelin merupakan hormon yang mengatakan pada otak saat tubuh lapar. Namun, perubahan pada hormon ini akan mengakibatkan tubuh lapar dan ingin makan terus menerus.

 

6. Gula dan alkohol memiliki efek racun yang hampir sama

Sebuah studi dalam jurnal Nature mengindikasikan gula bisa jadi sama bahayanya dengan alkohol. Studi tersebut menunjukkan, konsumsi fruktosa dan glukosa berlebihan memberikan efek racun pada hati. Efek ini ternyata juga hampir sama dengan yang diberikan oleh alkohol.

 

7. Gula menurunkan kemampuan otak

Gula diketahui dapat mempercepat proses penuaan sel, begitu pula sel-sel otak. Maka dengan mengonsumsi banyak gula, sel-sel otak cenderung akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat.

 

8. Gula sering bersembunyi pada makanan "tanpa gula"

Mengurangi gula bukan hanya dengan mengurangi makanan-makanan manis seperti permen, kue, biskuit, dan sebagainya, karena sebenarnya ada juga makanan yang dianggap tanpa gula, tetapi ternyata mengandung banyak gula. Contohnya saus tomat, roti, kraker, dan lain-lain.

 

9. Minuman manis mungkin memperpendek umur

Sebuah studi tahun 2013 memperkirakan ada 180.000 kematian di seluruh dunia yang diakibatkan konsumsi minuman manis. Para peneliti menyimpulkan, kematian mungkin dikarenakan hubungan minuman manis dengan resiko seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

 

10. Gula membuat gemuk

Fakta ini paling jelas terlihat dari konsumsi gula berlebih. Konsumsi gula berlebih akan menyumbang asupan kalori yang seharusnya didapat dari makanan lain yang mengandung banyak zat gizi, sehingga tanpa disadari kalori yang diasup melebihi dari batas kalori per hari dan membuat bobot tubuh pun bertambah.

Ingatlah, bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk dalam hal mengonsumsi gula. Dengan konsumsi “si manis” secara berlebih dapat mengakibatkan penyakit diabetes, yang disebut-sebut sebagai ibunya segala penyakit. So, konsumsilah si manis secukupnya. [calvyn toar]