berita Berita

AGRI | Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi VI DPR-RI

 
rapat-kerja-agri-dengan-komisi-vi-dpr-ri

AGRI | 08 September 2020

Di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam banyak sektor usaha, industri gula kristal rafinasi masih bisa mencatatkan kinerja positif. Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benardi Dharmawan menyampaikan, hal ini tidak terlepas dari kebutuhan industri pengguna terhadap gula yang masih tetap tinggi.

Berdasarkan kontrak penjualan oleh industri pengguna gula kristal rafinasi, Benardi menyampaikan kebutuhan gula rafinasi pada 2020 meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun 2019. “Pandemi Covid-19 bagi industri gula kristal rafinasi memang tidak terlalu berdampak signifikan. Secara kebutuhan masih sangat diperlukan, di mana pada tahun ini terjadi peningkatan sekitar 8 persen,” kata Benardi Dharmawan saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR-RI, Selasa (8/9/2020).

Benardi menyampaikan, gula kristal rafinasi yang diproduksi oleh anggota AGRI didistribusikan hanya untuk kebutuhan industri pengguna, baik skala besar, menengah maupun kecil. Mayoritasnya adalah industri makanan dan minuman sekitar 90 persen, industri farmasi 2 persen, industri horeka 3 persen, industri tembakau 3 persen, dan industri lainnya 2 persen. Pada 2019 lalu, total produksi gula rafinasi mencapai 3,1 juta ton. Sementara itu untuk importasi gula kristal mentah sebanyak 2,9 juta ton.

“Penyerapan gula kristal rafinasi oleh industri pengguna pada semester I-2020 sebesar 95 persen. Industri kami memang tidak terlalu terpengaruh dampak pandemi Covid-19 dan kebutuhan gula kristal rafinasi tetap tinggi terkait dengan Hari Raya Idulfitri,” kata Benardi.

Meskipun tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19, Benardi mengatakan industri gula rafinasi juga ikut mengalami peningkatan biaya terkait hal-hal yang perlu dilakukan oleh industri untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja. Antara lain membeli alat pelindung diri, melakukaan ekstra disinfektan, dan memenuhi persyaratan physical distancing dengan menyediakan area tambahan untuk produksi. “Industri gula kristal rafinasi juga sangat bergantung pada kebutuhan industri pengguna, khususnya industri makanan dan minuman. Jadi bisa dikatakan tidak selalu growth juga, tergantung industri pengguna kami,” jelas Benardi

Sumber: BeritaSatu.com